Web hamislam.org ini diterbitkan oleh Pusat Studi Islam Universitas Islam Indonesia (PSI UII).
PSI UII berdiri sejak tahun 1997, berdasarkan Keputusan Pengurus Harian Badan Wakaf UII Nomor: V/TAP/DP/1997 tanggal 30 Nopember 1997. Berdirinya PSI UII ini, dilatarbelakangi oleh cita-cita besar UII untuk menghadirkan nilai-nilai keislaman yang “rahmatan lil ‘alamin” (kebaikan bagi seluruh alam). Beranjak dari cita-cita tersebut, muncul pemikiran untuk mengakomudir pengembangan sumberdaya manusia dan pengembangan keilmuan secara interdisipliner, khususnya dalam lingkup ilmu-ilmu sosial (humaniora) keagamaan dalam satu wadah organisasi. Dalam konteks inilah keberadaan PSI-UII ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan wacana kritis untuk merespons berbagai fenomena agama, sosial, kultur dan pendidikan yang sedang berkembang.
Pada awal berdirinya, eksistensi PSI UII yang didirikan oleh universitas dan berada di lingkungan kampus ini, masih belum bersifat independen. Kemudian dalam rangka memantapkan eksistensi lembaga ke depan, sejak 16 Juni 2001, PSI UII diposisikan sebagai lembaga yang independen, non-partisan dan non-profit yang mempunyai berkomitmen untuk menampilkan wajah agama yang humanis, anti kekerasan, berkesetaraan jender, yang akomodatif terhadap pemenuhan hak-hak asasi manusia serta turut pula mendorong penyemaian nilai-nilai kelokalan yang senafas dengan nilai-nilai agama. Untuk mewujudkan harapan di atas dilakukan kegiatan dalam bentuk kajian, penelitian, pendidikan, pelatihan dan penerbitan. Untuk menghadirkan ajaran agama (Islam) yang rahmatan lil alamin di tengah masyarakat, semua program kerja PSI UII senantiasa didasarkan pada hasil riset. Oleh karena itu, semua program PSI UII dimulai dari hasil riset.
Keberadaan PSI-UII dalam memperjuangkan nilai-nilai di atas, mempunyai posisi strategis karena ditopang tiga hal; Pertama, ia lahir dari rahim perguruan tinggi Islam. Perguruan tinggi sampai hari ini diyakini sebagai tempat yang kondusif bagi tumbuh suburnya tradisi kelimuan. Aktivitas akademik seperti kajian, penelitian dan pendidikan menjadi ruh dan gerak dunia kampus. Kedua, dari aspek Sumber Daya Manusia (SDM), PSI-UII saat ini dikelola oleh para cendekiawan muda yang berkomitmen tinggi mewujudkan visi dan misi lembaga. Ketiga, secara geografis, PSI berada di Yogyakarta, salah satu kota yang sangat kondusif bagi pengembangan keilmuan dan intelektual. Tidak kurang dari 60-an perguruan tinggi dengan ratusan jumlah intelektual dan puluhan LSM membuat kota ini sangat kondusif untuk berbagai tujuan, baik bersifat keilmuan, kultural, maupun pemberdayaan sosial.
Untuk mencapai visi dan misinya, PSI-UII terbuka untuk berjejaring dan melakukan kerja bersama dengan berbagai pihak. Sinerjisitas antarjejaring merupakan kunci kesuksesan PSI UII.










